Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Emansipasi Wanita "katanya"

Emansipasi Wanita Katanya      Dini dan Mitha tengah bersantai di kantin sekolah seraya bercengkrama untuk melepas penat usai pelajaran PPKN tadi yang membahas tentang emansipai wanita. Mitha memainkan ponselnya kemudian berdecak seraya melirik Dini. “ Nih Din, baca updatetan status anak zaman sekarang. Nih aku bacain yah..” “ Mau kamu apa sih, padahal sudah ku korbankan segalanya buat kamu. Tapi kenapa kamu tinggalin aku.” Ucap Mitha dengan mimik yang dibuat-buat Dini terlihat santai, dia hanya menggeleng. “ Di zaman yang sudah canggih ini Kartini Kartini kecil sudah terlahir. Entah sabagai penerus Kartini atau berubah menjadi Kartinem.” Ucap Dini   “ Para wanita terbelenggu oleh kelimat emansipasi, padahal mereka tidak tau makna dari kata ‘emansipasi’ yang sebenarnya.” “ Zaman sekarang para wanita yang beraksi di depan pria, bahkan ada yang sampai melamar pria terlebih dahulu. Para wanita menyuruh suami-suami mereka untuk mengurus rumah, sementara para ist

TIKUS METROPOLITAN

Jalan metropolis jadi saksi Para tangan kecil yang menganga Berharap turun seperak receh Dari langit milik dewa negara. Keadilan... dimana  keadilan ? Mungkin sedang tertidur pulas ? Para tikus kantor dibiarkan Rakyat kecil jadi korban Konyol...sungguh konyol Saat aku menyaksikan Para tikus kantor yang dihormati Dibiarkan dan bahkan dilayani Terlebih konyol saat aku mendengar Nenek tua mengambil sepotong pisang Hukum bukan main Hati ini sungguh miris Inikah keadilan ? Itu  tidak akan jadi masalah Ketika kami juga bisa seperti itu Tapi kami bukan orang bodoh !  Puisi by: Peni Panjrah

Tangisan Senja

Mentari menangis di perkotaan Anak burung menjerit ketakutan Mendengar suara klakson-klakson bersahutan Wajah merah tersulut amarah melihat oase rumah sendiri Dentuman mesin mesin berjalan merebak tak beraturan Hawa kuli, jiwa mandor hingga pejabat melebur di kumpulan debu Tung...tang..tung...tang perbaikan tol bertebaran Raungan mesin penggali terdengar nyaring Debu kotornya memenuhi cakrawala Warnanya yang senja tak lagi jingga Generasi ini hanya peduli jalan yang berlubang Tak ada yang mendengar rintihan pohon ditebang Jika bumi mengutus karmanya Jika laut meluapkan emosinya Jika gunung memuntahkan petakanya Akankah mengoyak jiwa berdosa Tanah ini, tanah titipan! Dengan tameng kemajuan Ego terbelenggu hancurkan tanah leluhur sendiri Kini manusia bagaikan angsa tanpa bulu Berlenggok manis di atas pertiwi Angsa gundul hanya menodai, tak tampak keindahan dalam diri Enggan menanam hanya mau menuai Baginikah ajaran be

Ketika Senja Hilang

Manakala waktu bergulir Cahaya kian menghilang Meninggalkan segala beban Menuju kebersamaan Cahaya baru terlihat datang Ditemani taburan taburan permata Yang tersebar di angkasa Hal yang lalu telah sirna Kini saatnya menikmati keteduhan Keteduhan sang sinar rembulan Pengantar dongeng kehidupan Tak sadar seberkas sinar Meresahkan pandanganmu Sinar yang datang dari ufuk timur Bersama makhluk kecil Sebagai temannya Mereka memiliki satu tujuan Untuk memulai hari yang baru Hari dimana aku menjadi tahu Hari dimana aku bisa bertanya Hari dimana aku bisa menjawab Hari dimana aku bisa mengenal Mengenal beragam sifat manusia Puisi oleh : Indiani Eka Saputri

[CERPEN] KILLER

Ketika air mata membuktikan… “Kasus bullying lagi-lagi terjadi, bahkan kasus ini telah merenggut korban jiwa. Seorang gadis berusia 17 tahun ini tewas bunuh diri diakibatkan kasus bullying yang ia alami……” “ Astaga! Aneh-aneh aja nih berita, gue jadi miris sama negara kita ini.” Jeritku “ Huss… orangnya yang salah bukan negaranya. Itulah ibukota apapun dapat terjadi disana.  Lagian itu berita tahun kapan si?” “ Iya, iya kau benar ini berita dua bulan yang lalu, hmm kadaluwarsa.” “Berkemas-kemas dan bersiap”  Hari ini adalah hari keberangkatanku, aku Naya, mahasiswa amatir yang akan melanjutkan studynya di luar kota. Aku benci keramaian namun sebentar lagi aku akan dihadapkan dengan kenyataan hidup dan berusaha mandiri. Aku tak menyangka akan mendapatkan peringkat terbaik di hari kelulusan hingga aku pun menerima beasiswa untuk kuliah di luar kota, aku harap dapat menyesuaikan diri disana. “ Naya. Lo inget harus hati-hati di kota metropolitan itu, pikirkan stud

TAEKWONDO SMAN 2 PURBALINGGA BORONG PIALA POPDA PURBALINGGA

( Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA)  cabang seni bela diri di Gedung Mahesa Jenar Purbalingga, Sabtu(25/03). ) Taekwondo merupakan salah satu seni bela diri yang menekankan pada segi tendangan. Di SMA Negeri 2 Purbalingga Taekwondo menjadi salah satu ekstrakulikuler pilihan. Baru-baru ini SMA Negeri 2 Purbalingga mengirim putra-putrinya untuk megikuti POPDA kabupaten Purbalingga yang dilaksanakan di Mahesa Jenar, Sabtu(25/03). Mereka berhasil memperoleh juara, salah satu siswi SMA Negeri 2 Purbalingga Lutfi Angger Pradana berhasil menjadi juara 1 untuk under 63 kg, POPDA Kabuapaten Purbalingga. Gadis kelahiran asli Purbalingga ini sudah menyukai seni bela diri Taekwondo sejak ia duduk di bangku kelas 5 SD, dia sudah memenangkan kejuaaraan taekwondo berulang kali sejak duduk di bangku SD dan kini Lutfi turut serta mengharumkan nama SMA Negeri 2 Purbalingga dalam POPDA dengan dibina oleh Bapak Hendra.   “Saya tidak akan berhasil tanpa dukungan keluarga dan keinginan diri

VOCALISTA MOVE ON TALENT : Kegiatan Pencarian Bakat Terpendam Dalam Dunia Tarik Suara

( Vokalista Move on Talent (VMOT), kegiatan mencari bakat terpendam siswa SMAN 2 Purbalingga, Minggu (05/02), Aula SMAN 2 Purbalingga. ) SMA NEGERI 2 PURBALINGGA - tepatnya M inggu (05/02), di Aula SMAN 2 Purbalingga, telah mengadakan kegiatan VOCALISTA Move On Talent (VMOT) yang diselenggarakan oleh ekstrakulikuler VOCALISTA dan diketuai oleh Yafi Zainul kelas X MIPA 3. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan dan mencari bakat peserta didik dalam bidang  seni musik. Peserta acara ini adalah para perwakilan kelas X dan kelas XI . Para panitia kegiatan ini tidak lain adalah anggota eksrakulikuler VOCALISTA . Dalam ajang pencarian bakat ini juga ditampilkan tari-tarian dari D ance Art o f Smanda (DAS) serta permainan akustik dari anggota VOCALISTA . Pada kegiatan VOCALISTA Move On Talent ini para peserta menyanyikan lagu pilihannya antara lain, M impi, Pupus, A ll of M e , S omeone Like You , dan beberapa lagu lainnya yang telah ditentukan oleh panitia

Peringatan Isra Mi'raj SMA Negeri 2 Purbalingga 2017

Peringatan Isra Mi'raj SMA Negeri 2 Purbalingga            Peringatan isra mi'raj SMA Negeri 2 Purbalingga, yang dilaksanakan di Gor SMANDA pada Hari Rabu (26/04). Acara ini diselenggarakan oleh ekstrakulikuler Rohis SMANDA dengan ketua pelaksananya Dzulhilmi kelas X IPS 2. Peringatan ista mi'raj nabi Muhammad diikuti oleh seluruh siswa dan guru-guru SMANDA.        Pengisi acara Bapak Ahmad.M.Pdi. peringatan isra mi'raj SMANDA dimulai pukul 09.30- 12.30, kemudian para siswa kembali ke kelas untuk melanjutkan kegiatan pembelajaran.

Olahraga Menahan Kencing

Olahraga Menahan Kencing Namaku Bela aku bersekolah di SMA Tunas Bangsa. Disana aku memiliki banyak teman diantaranya Mela, Rizki, Amel dan masih banyak lagi. Kelas kami adalah kelas X IPA 1 dengan wali kelas bernama Ibu Ani yang juga mengajar matematika di kelas kami. Ia sangat baik namun ketika mengajar terlalu serius. Pada suatu hari kami diberi tugas untuk mengerjakan beberapa soal dari Bu Ani karena beliau juga harus mengajar kakak kelas XII yang sebentar lagi akan menghadapi ujian. Tak lama kemudian beliau masuk lagi ke kelas ku untuk menjaga anak-anak di kelas ku agar tidak gaduh. “Rizki, sini lah kamu hadap ke belakang mengerjakan tugasnya biar kita bisa mengerjakan bersama!” Kataku kepada Rizki. Kemudian Rizki dan Amel pun berbalik posisi dan mengerjakan tugas bersamaku dan Mela. Tidak lama kemudian Amel merasa ingin buang air kecil. “Aduh, Rizki aku pengin kencing nih gimana?” Kata Amel kepada Rizki “Gimana yah kan kita tugasnya yang belum dikerjain masih

Gulungan Kehidupan

Gulungan Kehidupan           Melihatmu di sana membuatku takluk Takluk pada alam fana Dimana beban berat dipikul setiap jiwa Dirimu kadang membuat segelintir orang menitikkan air matanya Terkadang jika kau sedang baik Banyak orang yang senang bermain denganmu Kau hidup bagai hembusan angin Membasahi pasir putih di pesisir Setiap tetesanmu dapat menjadi hal yang sangat berarti Berarti di alam yang fana ini Nuansa alammu  dapat selalu aku rasakan Dan setiap hembusan nafasmu Mendamaikan hati setiap orang Apabila matahari mulai menghilang Kau datang bagai hembusan angin Dan suara bising ketika bersamamu Sangat sulit bagiku untuk melupakanmu Berharap pada suatu masa Untuk dapat memanggilku Kembali melihat dan bermain bersamamu By: Indiani Eka S.

Lolongan Tengah Malam

Lolongan tengah malam Lolongan tengah malam Yang beriak di sudut ruangan Membuat gundah gulana Membuat mata terbangun dengan memerah Tangisan darah yang berapi-api Para nyawa yang telah pergi Lolongan di malam yang pekat Merampas kau! Penghianat benar busuk kau Tak sangka kata merdeka telah mati Apa arti palu dan celuritmu itu Enyahlah kau! Telah puaskah kau hancurkan negerimu sendiri Wahai sang parampas Kau haus akan darah Janganlah rampas kemerdekaan kami Janganlah rampas kebebasan kami Tapi rampaslah duka kami Akan lebih baik bagi kami Menanti mati dalam lubang keteguhan hati Puisi by :Ayuni kurnia W. editor  by : Difa Nadila U.