Skip to main content

Kegiatan Pembayatan GAMASASTI

Pramuka ambalan Gadjahmada-Saraswati SMA N 2 Purbalingga pada tanggal 21-22 Desember 2015 telah melaksanakan kegiatan Pembayatan Calon Bantara. Kegiatan ini berlangsung di SMA N 2 Purbalingga dan diikuti oleh peserta kelas X dan panitia kelas XI. Tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu, untuk membayat calon bantara, melatih fisik dan mental serta untuk mencari atau mengambil salah satu TKU sebagai syarat menjadi calon bantara atau biasa disingkat dengan CABA. 

Diadakannya kegiatan ini juga merupakan tahap awal untuk menjadi bantara dan untuk mempersiapkan diri para CABA sebagai pengurus Amabalan yang baru nantinya. Sebelum kegiatan dilaksanakan, perlu juga dipersiapkannya susunan kepanitiaan, menyusun proposal, mengajukan dana, membuat jadwal kegiatan serta mempersiapkan perlengkapan yang akan dibawa oleh peserta.
Dalam berlangsungnya kegiatan, Tri Yuniarti mengungkapkan bahwa kegiatan berlangsung dengan lancar namun jadwal kegiatan sedikit dirubah dari susunan kegiatan di karenakan kondisi sekolah yang sedang digunakan banyak kegiatan. "Kegiatan berlangsung dengan lancar, walaupun harus ada kegiatan yang diubah dikarenakan kondisi sekolah yang sedang diadakan tryout dan gor digunakan untuk kejuaraan karate. Sehingga kita sehingga kita tidak leluasa untuk menggunakan sarana dan prasarana yang ada disekolah." Ujarnya selaku sebagai Bantara GAMASASTI.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti kegiatan dia merasa senang dan terkesan, namun juga sedikit kecewa karena kurangnya kordinasi dan masih ada panitia yang tidak mengerti dengan kesusahan panitia lain. Hal yang berkesan selama kegiatan yaitu mereka dapat saling tolong menolong untuk meyukseskan kegiatan tersebut. " Untuk kegiatan Pramuka selanjutnya, semoga tidak terulang hal-hal yang membuat kecewa lagi." ujarnya mengakhiri wawancara


Reporter : Sherina Indah F.
                 Indahsari
Redaktur : Sofi Tri Maharani Rahmat

Comments

Popular posts from this blog

Ruang Kelas Baru, Semangat Baru

SMANDA UpDate Pembangunan ruang kelas baru telah selesai. Ruang kelas baru ini sudah mulai dipergunakan untuk kelas XI IPA 1 sampai XI IPA 4, yang letaknya berderet persis. Pembangunan yang memakan waktu sekitar 4 bulan dan telah selesai pada awal semester 2 ini disambut rasa senang oleh para siswa dari XI IPA yang menempati ruang tersebut. Pasalnya, para guru memang menjanjikan para siswa bahwa ruang kelas yang baru akan segera dapat dipergunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada awal masuk sekolah yaitu awal bulan Januari. Sebelumnya, kelas XI IPA 2 sempat mempergunakan ruang laboratorium kimia. Sedangkan kelas XI IPA 3 sempat mempergunakan ruang laboratorium fisika. Dan kelas XI IPA 4 menggunakan ruang kelas biasa, yang sekarang menjadi ruang Pendidikan Agama. "Ruang kelas yang baru ini nyaman rasanya. Mungkin kar ena masih baru, meja kursi serta papan white board pun masih baru dan bersih tanpa coretan. Hanya saja, papan tulisnya kurang panjang." ungkap Ama...

Ulangan Bertumpuk Tak Jadi Masalah

Foto Kurnia Ni'matul Muflihah SMANDA UpDate Minggu (08/09), Kurnia Ni'matul Muflihah yang merupakan ketua kelas dari XI IPA 2 mengungkapkan kalau akhir-akhir ini banyak ulangan dari berbagai mata pelajaran yang seringnya bersamaan dalam satu hari, hal ini dikarenakan materi setiap mata pelajaran selesai secara bersamaan. Tapi ulangan adalah sebuah kewajiban yang seorang pelajar yang harus dijalani. Kalau menurut Kurnia, ulangan banyak itu tidak masalah "asal kita juga udah belajar mateng" ujarnya. Dia mengistilahkan saat UTS atau UKK tiba itu sama aja ulangan, UTS atau UKK kita bisa melewati itu kenapa yang ulangan harian yang misalnya cuma sehari 2 kali tidak bisa, itu kan sudah resiko jadi pelajar. Ada beberapa tips dari Kurnia supaya kita bisa menghadapi ulangan yang bertumpuk-tumpuk dalam sehari yaitu belajarnya itu jangan borongan, jadi setiap ada waktu luang kita bisa belajar daripada untuk kegiatan lain yang kurang bermanfaat dan kalau misalnya mudah...

Life Skill Kebanjiran Order

SMANDA UpDate Tidak hanya perusahaan, SMANDA rupanya juga mempunyai kemampuan menghasilkan suatu produk yang berkualitas. Sub unit Life Skill misalnya, akhir-akhir ini mereka sedang banjir order pembuatan nata de coco. Dita Setiyo Fani yang merupakan anggota Life Skill itu sendiri menuturkan antusias nya menghadapi pesanan konsumen dari masyarakat luar SMANDA. "Pengalaman pertama yang mengesankan buat saya, bisa menambah pengetahuan tentang tutorial membuat suatu produk yang nikmat." ujarnya Rabu (27/11) kemarin. Proses pembuatan nata de coco diawali dengan pembersihan peralatan agar steril, dlanjutkan dengan penyaringan sari kelapa, untuk sari kelapa itu sendiri di pesan khusus kepada penjual. Selanjutnya perebusan sari kelapa sampai mendidih, dan pencampuran bahan-bahan lainnya. Setelah semua tercampur rata dan mendidih, langkah terakhir adalah pendinginan dalam nampan yang telah disipakan dan didiamkan dalam jangka waktu kira-kira satu minggu. Rupanya pembua...